Expression of Necessity and Expectation 1
Ungkapan Kebutuhan dan Ekspektasi (Harapan)
3.30 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan tentang keharusan, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.30 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan tentang keharusan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
|
Pertemuan 1 Tujuan pembelajaran, setelah menerima materi pembelajaran diharapkan siswa dapat: 1. Menyebutkan modal auxiliary dalam Expression of necessity and expectations |
Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:
|
·
Without a car, living close to work
is a necessity. ·
All we took with us on our hiking
trip were the bare necessities. ·
Food, clothes, and other basic necessities are located on that table ·
When his father collapsed, an
ambulance became a necessity
·
Tanpa mobil, tinggal dekat dengan tempat kerja adalah sebuah kebutuhan. ·
Semua yang kami bawa dalam perjalanan hiking kami adalah kebutuhan dasar. ·
Makanan, pakaian, dan kebutuhan
pokok lainnya ada di meja itu. ·
Ketika ayahnya pingsan, ambulans menjadi kebutuhan |
|
·
I saved the files in the expectation that they would be useful in the future. ·
There is widespread expectation that the strike will be settled soon. ·
The congregation waited in expectation of his arrival
·
Saya menyimpan file dengan harapan akan berguna di masa mendatang. ·
Ada harapan
luas bahwa pemogokan akan segera diselesaikan. ·
Jamaahnya menunggu dengan harapan kedatangannya |
Necessity (kebutuhan) merupakan suatu kondisi penting dan sangat diperlukan. Dengan demikian, expression of necessity adalah ungkapan (expression) yang digunakan dalam situasi penting dan memerlukan tindakan. Dalam bahasa Indonesia, biasanya necessity dimaknai kebutuhan.
Expectation (harapan) adalah keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi karena itu memungkinkan. Berarti, expression of expectation adalah ungkapan adanya suatu keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi karena itu memungkinkan (expectation is a belief that something will happen because it is likely.
Umumnya
untuk mengungkapkan necessity, kita menggunakan modal auxiliary seperti:
-
must
-
have
to/ has to, dan
-
need
Contoh:
-
You must call him now (Kamu harus
meneleponnya sekarang)
-
You have to bring your pencil and eraser when you’re taking an exam (Kamu harus
membawa pensil dan penghapus ketika melaksanakan ujian)
- You need to ask for permission to
your teacher before leaving the classroom (Kamu perlu (maksudnya: harus) meminta izin pada guru sebelum meninggalkan ruang
kelas)
Ungkapan/
kalimat seperti di atas itulah yang dipelajari kali
ini. Namun sebelum melangkah lebih jauh (mempelajari Expression of necessity
and expectations) ada hal mendasar yang harus dikuasai terlebih dulu. Yaitu, diperlukan
pemahaman tentang modal auxiliary.
Mengapa perlu tahu dulu tentang modal auxiliary? Memangnya modal
auxiliary itu apa?
Modal auxiliary adalah ‘sekelompok kata kerja bantu’ yang berfungsi memberi tambahan arti tertentu pada suatu
kalimat. Modal auxiliary antara lain:
|
Present Tense |
Past Tense |
Arti |
|
can |
could |
dapat, bisa |
|
may |
might |
boleh |
|
will |
would |
akan |
|
shall |
should (seharusnya) |
akan |
|
must |
|
harus |
|
need |
needed |
perlu, butuh |
|
ought to |
|
(se)harus(nya) |
|
dare |
|
berani |
|
Beberapa contoh
modal auxiliary & aturan penggunaannya 1.
Kata kerja (verb)nya tidak boleh ditambah akhiran –s/es jika dalam kalimat
tersebut terdapat modal auxiliary.
Benar: He can make a fruit cake (Dia bisa membuat kue buah)
Benar:
Katty must go to her
office right now (Katty harus pergi
ke kantornya sekarang) 2.
Antara modal auxiliary dengan kata kerja tidak boleh dihubungkan dengan “to”
Benar: They can take this paper to that room (Mereka bisa membawa kertas ini ke ruangan itu) 3.
Jika modal auxiliarynya bentuk lampau maka kata kerja yang digunakan harus
kata kerja bentuk pertama (infinitive/ Verb 1).
Benar:
They could sing at
the karaoke until midnight (Mereka bisa
bernyanyi di karaoke sampai tengah malam) 4. Kalimat tanya (interrogative sentence) dibentuk dengan menempatkan modal auxiliary di depan kalimat. Contoh: Can your father speak English
well? (Bisakah ayahmu berbicara
bahasa Inggris dengan baik?) Could you contact him
last night? (Bisakah Anda
menghubunginya tadi malam?) 5. Kalimat menyangkal (negative sentence) dibentuk dengan menambahkan ‘not’ sesudah modal auxiliary. Would, must, can, need, could,
should ditambah not sering
ditulis dalam bentuk singkat (contraction form), yaitu: wouldn’t ,
mustn’t, can’t, needn’t, couldn’t, dan
shouldn’t. Contoh: They couldn’t take the flower at all (Mereka tidak bisa mengambil bunga itu sama sekali) 6.
Will dan would biasanya disingkat menjadi ‘ll dan ‘d. 7. Jika ditambah ‘not’: shall not dan will not, maka ditulis dalam bentuk singkat menjadi shan’t dan won’t. ·
shall not = shan’t ·
will not = won’t Contoh: Mother won’t give the money
unless you beg her to give you some money Mother shan’t give the money
unless you beg her to give you some money (Ibu tidak akan memberi uang kecuali kamu memintanya untuk memberimu uang) (Ibu tidak boleh memberi uang kecuali jika kamu memintanya untuk memberimu uang) |
Bandingkan
dengan perubahan Verb 1 berikut ketika TIDAK ADA Modal auxiliary. Lanjutkan untuk memilih (coret yang SALAH) Verb 1 berikut (lihat 2 contoh di bawah).
