Tuesday, January 5, 2021

Materi Expression of Necessity & Expectation 1

Expression of Necessity and Expectation 1

Ungkapan Kebutuhan dan Ekspektasi (Harapan)

3.30 Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan untuk menyatakan dan menanyakan tentang keharusan, sesuai dengan konteks penggunaannya.

4.30 Menyusun teks lisan dan tulis untuk menyatakan dan menanyakan tentang keharusan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks

 

Pertemuan 1

Tujuan pembelajaran, setelah menerima materi pembelajaran diharapkan siswa dapat:

1. Menyebutkan modal auxiliary dalam Expression of necessity and expectations

 

Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:

·         Without a car, living close to work is a necessity.

·         All we took with us on our hiking trip were the bare necessities.

·         Food, clothes, and other basic necessities are located on that table

·         When his father collapsed, an ambulance became a necessity

 

·         Tanpa mobil, tinggal dekat dengan tempat kerja adalah sebuah kebutuhan.

·         Semua yang kami bawa dalam perjalanan hiking kami adalah kebutuhan dasar.

·         Makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya ada di meja itu.

·         Ketika ayahnya pingsan, ambulans menjadi kebutuhan

 

·         I saved the files in the expectation that they would be useful in the future.

·         There is widespread expectation that the strike will be settled soon.

·         The congregation waited in expectation of his arrival

 

·         Saya menyimpan file dengan harapan akan berguna di masa mendatang.

·         Ada harapan luas bahwa pemogokan akan segera diselesaikan.

·         Jamaahnya menunggu dengan harapan kedatangannya

 

Necessity (kebutuhan) merupakan suatu kondisi penting dan sangat diperlukan. Dengan demikian, expression of necessity adalah ungkapan (expression) yang digunakan dalam situasi penting dan memerlukan tindakan. Dalam bahasa Indonesia, biasanya necessity dimaknai kebutuhan.


Expectation (harapan) adalah keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi karena itu memungkinkan. Berarti, expression of expectation adalah ungkapan adanya suatu keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi karena itu memungkinkan (expectation is a belief that something will happen because it is likely.


Umumnya untuk mengungkapkan necessity, kita menggunakan modal auxiliary seperti:

- must

- have to/ has to, dan

- need

 

Contoh:

- You must call him now (Kamu harus meneleponnya sekarang)

- You have to bring your pencil and eraser when you’re taking an exam (Kamu harus membawa pensil dan penghapus ketika melaksanakan ujian)

- You need to ask for permission to your teacher before leaving the classroom (Kamu perlu (maksudnya: harus) meminta izin pada guru sebelum meninggalkan ruang kelas)

Ungkapan/ kalimat seperti di atas itulah yang dipelajari kali ini. Namun sebelum melangkah lebih jauh (mempelajari Expression of necessity and expectations) ada hal mendasar yang harus dikuasai terlebih dulu. Yaitu, diperlukan pemahaman tentang modal auxiliary.

 

Mengapa perlu tahu dulu tentang modal auxiliary? Memangnya modal auxiliary itu apa?

 

Modal auxiliary adalah ‘sekelompok kata kerja bantu’ yang berfungsi memberi tambahan arti tertentu pada suatu kalimat. Modal auxiliary antara lain:


Present Tense

Past Tense

Arti

can

could

dapat, bisa

may

might

boleh

will

would

akan

shall

should (seharusnya)

akan

must

 

harus

need

needed

perlu, butuh

ought to

 

(se)harus(nya)

dare

 

berani

  

Beberapa contoh modal auxiliary & aturan penggunaannya


1. Kata kerja (verb)nya tidak boleh ditambah akhiran –s/es jika dalam kalimat tersebut terdapat modal auxiliary.

Salah: He can makes a fruit cake.

Benar: He can make a fruit cake (Dia bisa membuat kue buah)

Salah: Katty must goes to her office right now.

Benar: Katty must go to her office right now (Katty harus pergi ke kantornya sekarang)


2. Antara modal auxiliary dengan kata kerja tidak boleh dihubungkan dengan “to”

Salah: They can to take this paper to that room.

Benar: They can take this paper to that room (Mereka bisa membawa kertas ini ke ruangan itu)


3. Jika modal auxiliarynya bentuk lampau maka kata kerja yang digunakan harus kata kerja bentuk pertama (infinitive/ Verb 1).

Salah: They could sang at the karaoke until midnight.

Benar: They could sing at the karaoke until midnight (Mereka bisa bernyanyi di karaoke sampai tengah malam)

4. Kalimat tanya (interrogative sentence) dibentuk dengan menempatkan modal auxiliary di depan kalimat.

Contoh:

Can your father speak English well? (Bisakah ayahmu berbicara bahasa Inggris dengan baik?)

Could you contact him last night? (Bisakah Anda menghubunginya tadi malam?)

5. Kalimat menyangkal (negative sentence) dibentuk dengan menambahkan ‘not’ sesudah modal auxiliary.

Would, must, can, need, could, should ditambah not sering ditulis dalam bentuk singkat (contraction form), yaitu: wouldn’t , mustn’t, can’t, needn’t, couldn’t, dan shouldn’t.

Contoh:

They couldn’t  take the flower at all (Mereka tidak bisa mengambil bunga itu sama sekali)

6. Will dan would biasanya disingkat menjadi ‘ll dan ‘d.
Contoh:
She’ll call him back after dinner (
Dia akan meneleponnya kembali setelah makan malam)

7. Jika ditambah ‘not’: shall not dan will not, maka ditulis dalam bentuk singkat menjadi shan’t dan won’t.

·         shall not = shan’t

·         will not = won’t

Contoh:

Mother won’t give the money unless you beg her to give you some money

Mother shan’t give the money unless you beg her to give you some money

(Ibu tidak akan memberi uang kecuali kamu memintanya untuk memberimu uang)
(Ibu tidak boleh memberi uang kecuali jika kamu memintanya untuk memberimu uang)

Bandingkan dengan perubahan Verb 1 berikut ketika TIDAK ADA Modal auxiliary. Lanjutkan untuk memilih (coret yang SALAH) Verb 1 berikut (lihat 2 contoh di bawah).


Nah, bagaimana? Sudah paham, kan apa itu modal auxiliary? Untuk meyakinkan bahwa kamu sudah mengerti, silakan kerjakan tugas berikut ini.

 

Latihan:

Yang manakah modal auxiliary dalam (bentuk dialog tentang) Expression of necessity and expectations berikut?

No

The dialogue

1

A: “Our holiday will start next Sunday. Can’t wait!”

2

B: “Yes, I have prepared all the necessities for our trip.”

3

A: “I hope the weather will be friendly to us.”

4

B: “Well you should lower your expectation so you won’t be disappointed if things are not happening the way you wanted it to be.”

5

A: “You are right. I should expect less and have fun with this trip!”

6

B: “Sure. Anyway, have you submit the obligations for the visa permit? Like the documents, photo, passport?”

7

A: “Yes, I have submitted the obligations completely yesterday.”

8

B: “That would be great. Let’s write down the check-list of our necessities, shall we?”

9

A: “Agree! Let’s just spare the necessities that we can use it together.”

10

B: “That will save a lot of space.”

11

A: “Yes! Anyway, after completing the payment for the travel agent, do we still have to pay for another thing?”

12

B: “Almost everything is done by our payment to the agent. But when we want to visit another place like Topkapi Palace, it is an obligation to pay money for the ticket.”

   13

A: “I understand. Well I hope my expectation about this holiday will come true!”

   14

B: “I hope so.”

 

 


Monday, January 4, 2021

Materi Formal Invitation 1 (Differences to Informal Invitation)

Formal Invitation 1 

Pertemuan 1

3.16. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk undangan resmi dengan memberi dan meminta informasi terkait kegiatan sekolah/tempat kerja sesuai dengan konteks penggunaannya

4.16 Menyusun teks khusus dalam bentuk undangan resmi lisan dan tulis, terkait kegiatan sekolah/ tempat kerja, dengan memperhatikan fungsi, unsur, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks


Tujuan pembelajaran

Setelah menerima materi pembelajaran diharapkan siswa dapat:

1.      Membedakan informal invitation dan formal invitation (Pertemuan 1)

2.      Mengidentifikasi bagian-bagian formal invitation (Pertemuan 2)

3.      Menjelaskan isi formal invitation (Pertemuan 2)

4.      Membuat formal invitation card (Pertemuan 3)

 

Mulailah segala sesuatunya dengan berdoa, termasuk kegiatan belajar ini. Dengan berdoa, semoga Allah, Sang Pemilik ilmu, memberi petunjuk dan kemudahan bagi kita untuk menerima serta mengamalkannya.

Pernah memperoleh undangan, kan? Ketika seseorang atau suatu komunitas akan mengadakan perayaan (celebration) atau event tertentu, biasanya mereka mengundang kolega terkait, kerabat, atau teman-teman terdekatnya untuk turut datang meramaikan. Perayaan tersebut bisa berupa acara ulang tahun, pernikahan, atau sekadar undangan untuk makan bersama.

Jenis event, juga “bentuk” kegiatan, biasanya akan menentukan seperti apa undangan dibuat. Secara demikian, undangan formal atau informal menjadi pertimbangan seseorang mengawali suatu perhelatan. Pada pertemuan ini, kita akan mengidentifikasi FORMAL INVITATION. Agar dapat diketahui perbedaan antara undangan formal dan yang informal berikut disajikan pula beberapa contoh informal invitation. Ikuti materinya, ya …





 

Pengertian

Undangan atau invitation merupakan ajakan verbal atau tertulis yang meminta seseorang untuk bergabung (dengan anda) pada acara tertentu (a verbal or written solicitation to request to another person to join (you) at a specific event). Tujuannya adalah untuk mengundang seseorang untuk hadir dalam suatu acara tertentu.

 

Invitation dapat berupa informal atau formal invitation, tergantung dari kegiatan yang diadakan, dan akan dibuat seperti apa acara tersebut.

 

Informal invitation biasanya disebar kepada kerabat atau teman dekat untuk acara yang bersifat lebih santai dan tidak formal. Contohnya adalah undangan acara ulang tahun atau undangan untuk makan malam bersama.

 

Format informal invitation tidak terikat aturan dan lebih bebas. Tampilan undangannya pun bisa berwarna-warni dan menggunakan warna serta ilustrasi lucu. Tapi, tentu saja ada beberapa informasi yang harus tetap dicantumkan pada undangan agar penerima memahami maksud dan tujuannya.

 

Informal invitation setidaknya harus memuat informasi berikut:

1.      Pengirim atau penyelenggara acara (sender or organizer)

2.      Tujuan acara diselenggarakan (the purpose to hold)

3.      Nomor yang dapat dihubungi untuk menginformasikan kehadiran (contact number)

 

Contoh informal invitation dapat dilihat di bawah ini.





Seperti halnya informal invitation, FORMAL INVITATION memiliki cirinya sendiri. Berikut beberapa contoh formal invitation dengan tema (misalnya):

·   Birthday     : Ulang tahun

·  Wedding      : Pernikahan

·  Anniversary: Hari jadi (perayaan tahunan)

·  Meeting       : Rapat

·  Graduation : Kelulusan

·  Dinner         : Makan malam

 

Amati contoh-contoh formal invitation berikut:

1.      Birthday

To: Budi

 

I invite you to attend my 17th birthday party. It will be held:

Day/Date: Sunday/ 17 August 2016

Time : 03.00 p.m

Place: at my sweet house (Pring Kuning Street number 17)

 

I hope your coming

 

Tiara

 

2.      Wedding

 

The honor for me of your presence
is requested and attended at the marriage of

Romeo
and
Yuliet

Oct twenty sixth two thousand and twenty
at half past six in the evening

Have and to Hold Wedding Chapel

Dinner to follow

212 Gatotkaca Street, Semarang, Central Java

 

 

3.      Wedding Anniversary


4) Meeting

Student’s organization
SMP Tunas Bangsa
Jl. Sumpah pemuda no.1 Indonesia

Dear Nia,
We invite you to attend our meeting that will be held


Day/date: Saturday/11 July 2016
Time: 10.00 pm
Place: At AULA school


The meeting will discuss about preparation class meeting completion.
Please come on time, se you there.


Dian                                                              Rudy


Secretary                                                    Chairperson

 

4.      Graduation


 

6) Dinner


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Karena sifatnya yang lebih kaku, jenis ini memiliki format secara umum (generic structure) sebagai berikut:

1.      Addresses (alamat)/ Receiver.

2.      Salutation (salam pembuka).

3.      Body (badan surat).

a.       For whom (kepada siapa).

b.      Date (tanggal).

c.       Time and place (waktu dan tempat).

d.      Reasons of invitation (tujuan undangan).

e.       RSVP (Reply Soon Via Person ~ permintaan untuk membalas).

4.      Signature (tanda tangan pengundang).

 

 

Secara karakteristik bahasa (language features), formal invitation menggunakan kata-kata yang lugas (straightforward), kaku (rigid), dan efektif (effective). Undangan tersebut juga memuat informasi mendetail mengenai acara yang akan diadakan. Nada undangan harus terdengar ramah (hospitable) dan format penulisannya harus rapi (neat) dan formal.

 

Latihan soal

1.      What is the definition of "invitation"?

2.      What is the purpose of the text?

3.      What are the language features of formal invitation?

4.      What does RSVP mean?

5.      Make the differences between Formal and Informal Invitation


 

Differences of Invitation

Formal

Informal

1.

 

2.

 

3.

1.

 

2.

 

3.