Application Letter (AL) 5: Passive (Adjective Clause)
Pertemuan 5
3.28. Menganalisis fungsi sosial, struktur teks, dan
unsur kebahasaan beberapa teks khusus dalam bentuk surat lamaran kerja, dengan
memberi dan meminta informasi terkait jati diri, latar belakang pendidikan/pengalaman
kerja, sesuai dengan konteks penggunaannya.
4.28. Menyusun
teks khusus surat lamaran kerja, yang memberikan informasi antara lain
jati diri, latar belakang pendidikan/pengalaman kerja, dengan memperhatikan fungsi
sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks
Indikator
3.28.1.
Menyebutkan bagian-bagian dari surat lamaran pekerjaan (application letter).
3.28.2.
Menentukan kata-kata yang berhubungan dengan surat lamaran pekerjaan
3.28.3.
Memberi informasi tertentu kata/ teks dalam surat lamaran pekerjaan
3.28.4. Mengubah
kalimat aktif (present tense) menjadi passive voice.
3.28.5. Mengubah
kalimat aktif (past tense) menjadi passive voice.
3.28.6 Menentukan kalimat
berklausa adjektiva pasif
4.28.1. Menulis surat lamaran pekerjaan
terstruktur
Tujuan pembelajaran
Setelah diberi beberapa contoh application letter berikut nama bagian-bagian surat, istilah khusus,
serta pola kalimat passive voice pada akhir
pembelajaran diharapkan siswa dapat:
1. Mengidentifikasi bagian-bagian
surat application letter (Pertemuan 1)
2. Mengidentifikasi istilah khusus application letter (Pertemuan 1)
3. Mengidentifikasi informasi tertentu dalam application letter (Pertemuan 2)
4. Mengidentifikasi active voice
& passive voice (present tense) (Pertemuan
3)
5. Mengidentifikasi active voice
& passive voice (past tense) (Pertemuan
4)
6. Mengidentifikasi active
voice - adjective clause (Pertemuan 5)
7. Menyusun
surat lamaran pekerjaan/ application
letter (Pertemuan 6)
|
Mulailah segala sesuatunya dengan berdoa, termasuk
kegiatan belajar ini. Semoga Allah Sang Pemilik Ilmu, memberi petunjuk dan
kemudahan bagi kita, dan bermanfaat
bagi diri dan orang lain
|
|
Pendahuluan Dalam Bahasa Indonesia,
passive voice (kalimat pasif) berciri terjemahan “di-“. Misal: Ia dibuat
terkesan oleh sikap kedermawanan orang itu. Dalam kalimat aktif kalimat
tersebut menjadi, Sikap kedermanan orang
itu membuatnya terkesan. Di
media komunikasi formal seperti application
letter, kalimat pasif lazim digunakan. Ia “menyusup” sebagai adjective clause sehingga kalimatnya
menjadi efisien. Sayangnya, ia dianggap terlalu sulit oleh sebagian siswa yang
belum mengenal adjective clause.
Pada pertemuan ini kita
akan focus mempelajari kalimat beradjective clause pasif. Kalimat ini
terindikasi “kata penghubung + clause”. Ikuti dengan baik, semoga bisa mudah
dipahami.
|
Silakan
diobservasi contoh application letter berikut. Lihat bagian introductory.
Di situ terdapat
kalimat “
I would like to apply for
the post of head of maintenance which was advertised in yesterday’s
edition of Jawa Pos.” Perhatikan, terutama bagian which was advertised.
Teks
tersebut artinya adalah: “Saya
ingin melamar untuk posisi kepala
pemeliharaan yang diiklankan
di Jawa Pos edisi kemarin.” Bagian tercetak tebal itulah style/ ciri kalimat
pasif. Kalimat dengan terjemahan yang
diiklankan berstruktur which + (to be2) was + (verb3) advertised ~ which was advertised, itulah focus
pelajaran kita saat ini. Which was advertised
itulah salah satu contoh bentuk adjective clause yang sedang kita pelajari saat
ini.
Agar lebih mudah
memahami materi passive voice beradjective clause, disyaratkan anda sudah tidak
asing dengan materi sebelumnya (passive voice). Sekali lagi, anda sepatutnya
mempelajari materi pertemuan sebelumnya sebelum mengikuti materi yang sekarang.
https://examples.yourdictionary.com/example-adjective-clauses.html
What
Are Adjective Clauses/ apa itu adjective clause?
Anda mungkin sudah akrab dengan ‘adjective’ (kata sifat). Adjectives
menerangkan kata benda. Adjectives memberi deskripsi (gambaran) atau informasi
kata benda (pronoun)nya
Lihat contoh
berikut:
Diligent student (siswa rajin), yang adjective adalah
diligent. Sedangkan student adalah kata benda. ‘Diligent’ menerangkan ‘student’.
‘Diligent’ memberi deskripsi pada ‘student’.
|
Kata benda
|
Kata sifat
|
Adjectives
|
Noun
|
|
Siswa
|
rajin
|
Diligent
|
student
|
Adjective clause (klausa kata sifat)~bisa juga disebut relative
clause (klausa penghubung), adalah kelompok
kata yang menerangkan kata
benda atau kata ganti (pronoun)nya. Adjective clause hampir selalu muncul
tepat setelah kata benda yang mereka terangkan. Biasanya adjective clause terletak di tengah kalimat,
bukan di awal kalimat. Perhatikan contoh berikut.
Contoh:
- There is the mountain that we are going to climb.
- My blue tennis shoes, which used to be my mom's, were under the bed.
- Daniel, who was late again today, sits next to me.
Yang tercetak tebal di atas
adalah adjective clause.
-
Ada gunung yang akan kita daki.
-
Sepatu tenis biru saya, yang dulu milik
ibu saya, ada di bawah tempat tidur.
- Daniel, yang terlambat lagi hari ini, duduk di
sebelah saya.
|
Awas! Jangan
keliru dengan kata tanya (question words). Meskipun sama tulisannya, tapi posisi dalam kalimat serta artinya berbeda. Dalam kalimat ‘kata tanya’
terletak di awal kalimat, dan diakhiri tanda tanya. Misal: Who are you? Sedangkan
relative pronouns dan relative adverbs terletak di
tengah, dan biasanya tidak diakhiri tanda tanya
|
Adjective clauses (klausa kata sifat) dimulai dengan relative pronouns (kata penghubung), seperti:
Apa itu relative
pronoun, seperti apa penggunaannya, bisa anda pelajari melalui link (misalnya)
berikut: https://www.ef.co.id/englishfirst/kids/blog/relative-pronoun-perbedaan-who-whom-whose-which-that/
Masih belum paham?
Mari kita dalami beberapa contoh adjective clauses yang berbeda. Adjective clauses tidak mengubah arti
dasar sebuah kalimat; ia hanya
menambah gambaran/ informasi.
Lihat adjective clauses berikut (yang
dicetak tebal).
Contoh (yang
distabilo adalah focus pelajaran kita, passive voice):
1.
Students who were
called first will
have the first chance of getting vaccine.
(Siswa yang dipanggil lebih dulu akan mendapat kesempatan pertama untuk
mendapatkan vaksin)
Adanya
adjective clause ‘who were called’ menjadikan kalimat tersebut lebih efisien.
Semula kalimat tersebut terdiri dari dua kalimat, yaitu:
-
Students will have the first chance of getting vaccine (Siswa akan memperoleh kesempatan pertama untuk mendapatkan vaksin)
-
Students were called first (Siswa
dipanggil lebih dulu)
Dengan
ditambahkan relative pronoun ‘who’ + were called, maka dua kalimat tersebut
digabung menjadi satu kalimat; yaitu ‘Students who were called first will have the first chance of getting
vaccine.’
2.
The store where the new phone was being sold had a huge line of people
outside it.
(Toko tempat ponsel baru dijual itu memiliki antrean panjang manusia di
luarnya)
Asalnya
adalah:
-
The store had a huge line of people outside it (Toko itu memiliki antrean panjang manusia di luarnya)
-
The new phone was being sold (Ponsel baru itu dijual)
3.
The books that were borrowed from library must
be returned.(Buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan harus
dikembalikan)
Asalnya
adalah:
-
The books must be
returned (Buku itu harus dikembalikan)
-
The books were borrowed from library
(Buku itu dipinjam dari perpustakaan)
4.
Fruit that is grown organically is expensive. (Buah yang ditanam secara organik harganya mahal)
Asalnya
adalah:
- Fruit is expensive (Buah mahal)
- Fruit is grown organically (Buah ditanam secara organik)
5. “Those who do not complain are never pitied.” -
Jane Austen
(“Mereka yang tidak mengeluh tidak pernah dikasihani.”)
Asalnya
adalah:
-
“Those are never pitied.” (Mereka tidak pernah dikasihani) - Jane Austen
-
“Those do not complain” (Mereka tidak komplain) - Jane Austen
Latihan
Jadikan kalimat
berikut menjadi dua kalimat seperti contoh-contoh di atas.
1. Pizza, which most people love, is not
very healthy.
2. Those
people whose names are on
the list will go to camp.
3. Grandpa
remembers the old days when
there was no television.
4. Students who has achievement get good
grades.
5. Eco-friendly
cars, which primarily
run on electricity, help the environment.
6. I know
someone whose father
served in World War II.
7. The
slurping noise, which
is incredibly annoying, is the main reason Sue does not like to eat soup with her brother.
8. I enjoy
telling people about Janet Evanovich, whose
latest book was fantastic.
9. "He who can no longer pause to wonder and
stand rapt in awe is as good as dead." -
Albert Einstein
10. “People
demand freedom of speech to make up for the freedom of thought which they avoid.” - Søren
Kierkegaard