Monday, January 17, 2022

BTQ XI : Macam - macam cara membaca Al Quran

Al-Quran adalah kalamullah yang menjadi pegangan umat muslim di seluruh dunia. Al-Quran menjadi sumber hukum utama umat muslim dalam menjalankan segala aspek kehidupannya. Selain menjadi sumber hukum, membaca Al-Quran juga merupakan ibadah yang bernilai pahala. Nabi Muhammad SAW bersabda :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
 “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, dan satu kebaikan tersebut dilipatkan gandakan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan Alif-Lam-Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Ada empat macam cara dalam membaca Al-Quran. Pembagian ini didasarkan pada kecepatan dalam membaca. Berikut adalah keempat macam pembagian tersebut :
Pertama, Tahqiq.
Tahqiq adalah cara membaca Al-Quran dengan cara membaca yang sangat lambat. Cara ini biasanya dilakukan pada saat belajar makharijul huruf. Di pondok-pondok klasik, metode ini biasanya dilakukan sebelum menghafal Al-Quran.
Tak jarang para santri belajar dengan berteriak agar semakin memperjelas letak makharijul huruf yang tepat sesuai dengan yang Nabi Muhammad SAW ajarkan.
Metode tahqiq biasanya dilakukan dengan tanpa nada atau nada datar. Karena biasanya metode ini digunakan untuk fokus pada pelafalan makharijul huruf, maka cenderung tidak memerhatikan lagu/nada.
Kedua, Tartil.
Pernahkah kita mendengarkan rekaman murattal dari imam-imam di Masjidil Haram atau qari` cilik di internet atau masjid-masjid? Begitulah kisaran kecepatan tartil. Metode tartil biasanya dilakukan saat membaca Al-Quran secara normal. Kecepatannya cenderung lambat namun tidak begitu lambat.
Metode tartil biasanya sangat memperhatikan keindahan membaca. Maka dari itu, metode ini biasanya dibaca dengan macam-macam nada yang indah.
Ketiga, Tadwir.
Bacaan tadwir adalah bacaan yang tidak terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Metode ini adalah metode diantara bacaan tartil dan hadr.
Keempat, Hadr.
Hadr adalah membaca Al-Quran dengan tempo yang sangat cepat. Metode ini biasanya digunakan oleh para penghafal Al-Quran untuk murajaah hafalannya agar cepat selesai. Metode ini juga biasanya digunakan saat khataman Al-Quran yang dikejar oleh waktu.
Tidak ada masalah apabila kita memakai salah satu metode dari keempat metode tersebut. Kita diperbolehkan memakai keempat metode tersebut sesuai dengan keadaan. Namun yang terpenting adalah jangan sampai mengabaikan tajwid, makharijul huruf, dan sifat-sifat huruf. Selain itu kita juga tidak boleh mengabaikan panjang-pendek yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tingkat bacaan dalam Al-Qur’an atau yang lebih dikenal dengan tempo bacaan Al-Qur’an pada dasarnya tidak lepas hubungannya dengan bagimana sistematisasi ataupun bagimana seseorang dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Oleh karenannya penting bagi siapapun yang sedang mendalami Al-Qur’an memahmi tentang istilah tingkat atau tempo baca Al-Qur’an ini.

Tingkat-Tingkat atau Tempo Baca Al-Qur’an


Ada empat tingkatan (tempo) yang di sepakati oleh ahli Ilmu Tajwid di antaranya adalah:
At-Tartil
Istilah At-tartil artinya membaca dengan pelan dan tenang tidak tergopoh-gopoh namun tidak pula terseret- seret. Huruf di ucapkan satu- persatu  dengan jelas dan tepat menurut mahrajnya dan sifatnya. Ukuran panjang pendeknya terpelihara dengan baik dan berusaha mengerti kandungan maknanya.
Al- Hadr
Al- Hadr artinya membaca dengan cepat tetapi masih menjaga hukum-hukumnya. Yang di maksud cepat di sini adalah dengan menggunakan ukuran terpendek dengan menggunakan ukuran terpendek dalam batas peraturan tajwid. Karena bacaan cepat yang keluar dari peraturan ini cenderung merusak dari ketentuan membaca sebagaimana yang telah di jelaskan oleh rasulullah SAW.
At-Tadwir
At-Tadwir artinya bacaan ini tidak terlalu cepat juga tidak telalu pelan, berarti pertengan antara at-tartil dan al hard.
At-Tahqiq
At-Tahqiq artinya membaca seperti halnya tartil tetapi lebih tenang dan perlahan- laha. Jadi tempo ini hanya di gunakan untuk mengajar tidak di perkenankan untuk imam sholat.
Dari keempat tempo dalam membaca Al-Qur’an tersebut tidak ada kesepakatan para ulama, di antara pendapat yang pernah di kemukakan oleh para ulama mengenai tingkat dalam membaca Al-Qur’an di antara nya adalah;

Bahasan Tingkat -Tingkat (Tempo) Bacaan Dalam Al-Qur’an


Berikut bahasan tentang tempo atau tingkatan bacaan dalam Al-Qur’an, yaitu;
  1. Sebagaimana ulama berpendapat membaca cepat dengan hasil yang baik lebih  utama dari pada membaca dengan menggunakan tartil tapi hasil sedikit.
  2. Jumhur ulama berpendapat sebaliknya, yaitu membaca dengan tartil walaupun sedikit  lebih baik dari pada membaca cepat dengan hasil yang banyak. Jumhur ulama berpendapat bahwa membaca al-quran bertujuan selain untuk beribadah juga untuk di mengerti kemudian di implementasikan dalam amal perbuatan sebagaimana yang di tuntut oleh al-quran. Sedangkan membaca pelan dan tenang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. Imam malik berpendapat bahwa setiap orang kemampuannya tidak sama. Ada yang baik membaca dengan pelan dan banyak salahnya bila membaca dengan cepat. Ada pula sebaliknya  baik membaca bila membaca dengan cepat dan rusak bacaannya bila membaca dengan pelan. Oleh karena it yang lebih utama adalah yang lebih mudah bagi yang bersangkutan. Cepat atau lambat, sedikit atau banyaknya yang penting adalah baik dan benar dengan mengiktipetunjuk kaidahnya. 
  4. Imam Abu Hamid Al- Ghozaliy, mengatakan bahwa membaca al-quran dengan tartil sunah hukumnya, baik si pembaca mengerti hasilnya, atau tidak. Bacaan tartil selain diperintahkan oleh allah juga akan terasa lebih hormat dan meresap ke dalam hati.
Demikianlah 4 Tingkat –Tingkat (Tempo) Bacaan Dalam Al-Qur’an dan Bahasannnya Semoga dengan adanya ulasan ini dapat memberikan pemahaman dan juga wawasan bagi setiap pembaca yang sedang mendalami “Ilmu Tajwid

No comments:

Post a Comment